Program Pemetaan Tanah
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UPI kini telah memiliki tiga orang asesor dari Prodi SPIG dengan skema teknisi penginderaan jauh dan survei pemetaan. Setelah sebelumnya mengikuti pelatihan selama lima hari terkait asesor kompetensi metodolgi asesmen yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UPI dan diuji oleh master asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ketiga asesor tersebut adalah Muhammad Ihsan, M.T, Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc, dan Riki Ridwana, S.Pd.,M.Sc.Dengan dimulainya MEA pada akhir tahun 2015 telah terjadi banyak perubahan, termasuk dalam persaingan di dunia industri. Agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing maka setiap tenaga kerja Indonesia diharapkan memiliki sertifikasi profesi sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Tentunya dalam proses sertifkasi profesi pemerintah membutuhkan banyak asesor. Begitu pula Rektor UPI Prof.
Asep Kadarohman menargetkan 1000 orang lulusan nya tahun ini memiliki sertifikat kompetensi. Jika dosen bertugas menambah kompetensi mahasiswa, maka asesor bertugas mengukur sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh seseorang dibandingkan dengan benchmark (tolok ukur) secara nasional bahkan internasional.Materi pembelajaran bagi calon asesor kompetensi untuk kompetensi metodologi asesmen ini dibuat mengacu pada pelatihan asesor kompetensi yang telah ditetapkan oleh BNSP sebagai satu-satunya badan sertifikasi profesi di tanah air. Workshop yang telah dilaksanakan dari tanggal 17-21 Desember 2019 di FPTK ini membahas bagaimana Menyiapkan Uji Kompetensi Bagi asesi serta Teknik Menguji Kemampuan asesi. Pada akhir sesi pelatihan diadakan Real Asessmen untuk menilai kompetensi peserta dan Proses Sertifikasi Asesor Kompetensi (Lisensi BNSP)Sehingga setelah mengikuti pelatihan asesor kompetensi, ketiga orang perwakilan Prodi SPIG beserta asesor dari 12 skema lainnya yang ada di UPI dinyatakan telah kompeten Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen (MAPA), Melaksanakan Asesmen (MA), Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen (MKVA), dapat membuat Materi Uji Kompetensi (MUK), memberikan keahlian dalam Uji Kompetensi, dan berhak melakukan assessment secara nasional yang dikaui oleh BNSP. Penulis: Muhammad Fajri Arif ( SPIG, 1908568)Pada hari Jum’at, tanggal 20 Desember 2019 Mahasiswa Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Yayasan Tunas Anak Bangsa.
Jabatan Ukur Dan Pemetaan Malaysia

Yayasan Tunas Anak Bangsa bertempat di daerah Parongpong, adapun jumlah anak di yayasan tersebut berjumlah 36 orang. Bakti sosial ini merupakan rangkaian kegiatan Grahanata RTK 2.0, yang bertemakan “PERASAAN TANPA BATAS”.Tujuan diadakan kegiatan ini ialah menjalin silaturahmi dengan Yayasan Tunas Anak Bangsa. Kegiatan Grahanata RTK 2.0 di ketuai oleh Rani Nur Fatimah bersama Raden Muhammad Adji sebagai wakil ketua. Jumlah panitia yang mengikuti kegiatan Bakti Sosial berjumlah 27 orang dari Mahasiswa SPIG Angkatan 2019. Kepala Yayasan Tunas Anak Bangsa yaitu Bapak Ahmad Mustadjid menyampaikan ucapan terimakasih atas kegiatan Bakti Sosial yang diadakan Mahasiswa SPIG.
Beberapa poin penting yang dikatakan adalah:. Jangan pernah menganggap hidup itu beban,. Jalani sesuatu dengan ikhlas dan sabarDalam kegiatan Bakti Sosial tersebut, panitia telah menyiapkan beberapa acara untuk mengibur anak anak yang ada di yayasan tersebut. Adapun rangkaian dalam kegiatan Bakti Sosial tersebut antara lain:. Lomba mewarnaiLomba mewarnai diikuti oleh 36 orang anak, dari 36 orang anak tersebut dibagi menjadi dua kelompok diantaranya, kelompok mewarnai rumah dan masjid yang diikuti oleh anak anak yang tingkat TK dan SD, dan kelompok dua yaitu menggambar kaligrafi yang diikuti oleh anak anak tingkat SMP dan SMA. Dalam perlombaan ini dipilih 3 terbaik diantaranya mewarnai masjid terbaik,mewarnai rumah terbaik dan menggambar kaligrafi. Hiburan bersamaDalam hiburan ini banyak kegiatan yang dilakukan seperti makan bersama, foto selfie bersama dan bermain tepuk kartu bersama.
Adik adik disana pun merasa sangat senang dengan hiburan hiburan yang diberikan. Pemberian sembakoSelain mengadakan kegiatan lomba mewarnai, kami juga memberikan sedikit rezeki yang telah kami kumpulkan selama satu minggu terhitung dari tanggal 12 Desember 2019 – 19 Desember 2019. Dan sembako tersebut diserah terimakan secara simbolis kepada Kepala Yayasan Tunas Anak Bangsa.Dalam Kegiatan Bakti Sosial inii banyak hal yang dapat kami pelajari dan kami juga dapat memetik banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Dengan diakannya kegiatan tersebut diharapkan Mahasiswa SPIG dapat menjalin silaturahmi yang lebih erat lagi bersama Yayasan Tunas Anak Bangsa. Penulis: Muhammad Fauzan Firdaus (1801742)Pada tangga 13-15 Desember 2019, Mahasiswa Survei Pemetaan dan Informasi Geografis yang mengontrak mata kuliah Hidrografi 1 melaksanakan praktikum lapangan ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Praktikum lapangan ini diikuti oleh 73 Mahasiswa SPIG yang dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah Hidrografi 1 yaitu Dr.
Ahmad Yani, M.Si dan Muhammad Ihsan, ST., MT. Praktikum ini juga bekerjasama dengan PT.
Geotronix Indonesia yang memberikan bantuan alat dan personil untuk mendampingi kegiatan ini.Kegiatan Praktikum lapangan Hidrografi 1 ini dilaksanakan dengan sistem Pos to Pos yang terdiri dari empat pos yaitu:. P os A Pengamatan Pasang Surut. Pos B Transfer Level. Pos C Pengukuran Profil Pantai.
Pos DEF Pemeruman (Penentuan Posisi Dipermukaan laut, Kalibrasi Kedalaman, dan Pengukuran Kedalaman)Di pos pengamatan pasang surut mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep pasang surut dan cara melakukan pengukuran dan pengamatan pasang surut. Pasang surut adalah fenomena naik turunnya muka air laut akibat gaya tarik antara bumi, bulan, dan matahari. Prinsip dari pengamatan pasang surut ini adalah mengamati perubahan kedudukan permukaan air laut dalam selang waktu tertentu. Pengamatan pasang surut ini bertujuan untuk mendefinisikan bidang referensi kedalaman dan air muka laut rata-rata. Biasanya untuk mendapatkan data yang bagus pengamatan ini harus dilakukan selama 14 atau 15 hari dan dicatat setiap 1 jam sekali.
Namun, karena keterbatasan waktu, mahasiswa hanya melakukan pengamatan selama 2 jam dan dicatat setiap 5 menit sekali. Hal ini dilakukan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa tentang pengukuran pasang surut dalam survei bathimetri nantinya.Di pos transfer level ini memanfaatkan metode sipat datar memanjang yang bertujuan untuk mengukur beda tinggi dari titik BM ke palem pasang surut.
Umumnya pengukuran pasang surut itu diikatkan pada titik ikat di darat untuk keperluan perekaman nilai tinggi serta untuk keperluan stake out.Terakhir, inilah pos yang ditunggu oleh mahasiswa yaitu pos pemeruman yaitu kegiatan untuk menentukan kedalaman permukaan dasar laut atau benda-benda di atasnya terhadap permukaan laut. Output dari kegiatan ini adalah peta laut yang bereferensi pada chart datum. Prinsip dari sounding adalah dengan memanfaatkan pantulan gelombang suara yang dihasilkan dan ditangkap kembali oleh transducer. Barcheck adalah alat yang digunakan untuk melakukan kalibrasi alat echosounder, kalibrasi ini dilakukan untuk membantu mendapatkan ukuran kedalaman yang benar karena setiap alat itu pasti memiliki suatu kesalahan dan harus dikoreksi sebelum memulai kegiatan pemeruman. Beberapa kesalahan dapat diakibatkan dari kesalahan pada saat pemeruman maupun ketidak homogenan medium rambat laut yang mengakibatkan tidak konstannya kecepatan suaraDiharapkan dari praktikum lapangan mata kuliah Hidrografi 1 ini mahasiswa dapat lebih memperdalam materi yang didapatkan di kelas dan dapat mahir dalam melakukan praktek kegiatan hidrografi di lapangannya langsung.
Tak lupa, kami mengucapkan terimakasih banyak kepada PT. Geotronix Indonesia yang telah membantu kegiatan ini sampai selesai, terkhusus kepada teknisi PT.Geotronix Indonesia yang bertugas pada praktikum ini yaitu Pak Arizal Firmansyah dan Pak M.
Afif Afianto yang sudah mendampingi serta memberikan pemahaman lapangan kepada mahasiswa. Semoga hubungan kerjasama antara Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan PT. Geotronix Indonesia dapat berjalan lagi diwaktu yang akan datang.
Penulis: Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis dan Departemen Pendidikan Geografi angkatan 2017, telah melaksanakan praktikum perencanaan wilayah. Perencanaan wilayah adalah mata kuliah pilihan bagi prodi SPIG namun menjadi mata kuliah wajib bagi Geografi, yang mahasiswa kontrak di semester 5. Praktikum mata kuliah perencanaan wilayah merupakan kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan terori, konsep, dan prinsip dengan interaksi yang saling mepengaruhi dengan tujuan menjadi manusia yang terdidik atau dewasa.
Salah satu konsep dari perencanaan wilayah yang digunakan adalah waterfront city untuk wilayah daerah pesisir laut, sempadan sungai atau danau. Waterfront City Development juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan, yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan, yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air. Praktikum lapangan dilakukan untuk memperkuat pemahaman suatu ilmu, membuktikan teori, dan menemukan fakta-fakta di lapangan. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan praktikum perencanaan wilayah pada tanggal 7 sampai dengan 9 Desember 2019. Lokasi kerja yang kami pilih yaitu di Kota Semarang, kenapa kami memilih kota semarang menjadi wilayah Kajian kerja kami karena kota semarang adalah kota yang kompleks dari berbagai segi pemasalahan dari mulai Letak Geografis dan lain sebagainya, lain halnya Kota semarang juga sangat bagus dalam perencanaan wilayah dan pembangunannya dan juga sesuai dengan tema yang kami buat yaitu “ Analisis Waterfront City Kota Semarang”.Mahasiswa/ I yang ikut praktikum perencanaan wilayah berjumlah kurang lebih 120 orang dengan dosen pembimbing berjumlah 2 orang yaitu Bapak Dr.
Nandi, MT., M.Sc dan Ibu Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc. Pada praktikum kali ini metode yang kami laksanakan adalah observasi lapangan dan Diskusi.
Pertama kami melakukan observasi lapangan dengan cara Ground Chek dan juga melakukan wawancara pada wilayah yang telah ditentukan seperti wilayah Komersial (Perdagangan), Budaya, Peninggalan Bersejarah, Pemukiman, Wisata (Rekreasi), Pelabuhan dan Transportasi, Pertahanan dan Keamanan, Pendidikan dan Lingkungan Hidup. Penulis: Anisa Dalilah (SPIG, 1708058)Program studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis angkatan 2017, Telah melaksanakan “Kemah Kerja”. Kemah kerja adalah mata kuliah yang mahasiswa kontrak pada semester 5, yang dimana proses pengaplikasian teori dan konsep yang di dapat pada perkuliahan sebelumnya yang di praktikan langsung ke lapangan sehingga menjadi data yang berguna bagi masyarakat.
Maksud dari kemah kerja kali ini adalah untuk menyediakan data dan informasi mengenai kebencanaan tsunami dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai jalur evakuasi bencana tsunami. Mahasiswa angkatan 2017 melaksanakan kemah kerja pada tanggal 26 November sampai dengan 05 Desember 2019, Yang bertemakan “ Pemetaan Resiko Bencana Tsunami”. Lokasi kerja yang dipilih yaitu di Kabupaten Pangandaran, yang mencangkup 2 Kecamatan yaitu kecamatan Pangandaran dan Kecamatan Sidamulih yang didalamnya terdapat 6 desa yaitu Desa Pangandaran, Desa Wonoharjo, Desa Pananjung, Desa Sukaresik, Desa Cikembulan dan Desa Babakan. Kenapa kami memilih wilayah tersebut karena wilayah tersebut berada di pesisir pantai yang sesuai dengan tema yang kami buat, selain itu juga diwilayah tersebut minimya data karena wilayah tersebut merupakan kabupaten baru.Mahasiswa/I yang ikut dalam Kemah kerja 2019, berjumlah 66 Orang.
Yang di bagi menjadi 6 Kelompok kerja yang tersebar di setiap desa untuk wilayah kerjanya. Dengan dosen pembimbing berjumlah 6 orang yaitu: Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Arif Ismail, S.Si., M.Si, Drs. Jupri, MT, Hendro Murtianto, S.Pd., M.Sc, Muhammad Ihsan, ST., MT, Shafira Himayah S.Pd., M.Sc. Setiap kelompok menghasilkan data dari survey social dan ekonomi, pengukuran terestis, pengukuran fotogrametri, dan pengukuran geolistrik. Diantaranya:Pertama, Peta Resiko Bencana dan Jalur Evakuasi yang dimana datanya dari Peta Ancaman / Bahaya, Peta Kerentanan dan Peta Kapasitas.
Aplikasi Pengukur Jarak Meter
Yang dimana peta kapasitas diperoleh dari data citra Quickbird dari BIG dan Citra Spot 6 dan 7 dari LAPAN, sedangkan Peta Kerentanan dan Kapasitas di dapatkan dari Survei Sosial dan Ekonomi dari lapangan.Pada hari Sabtu, 7 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 18 orang melakukan praktikum lapangan Penginderaan Jauh 2 dengan didampingi oleh 2 dosen yaitu Prof. Dede Sugandi, M.Si dan Riki Ridwana, S.Pd., M.Sc. Daerah yang dikunjungi yaitu Kota Semarang dengan kajian diantaranya:1. Survei TanahSurvei tanah merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk membedakan tanah satu dengan yang lain kemudian disajikan dalam berbagai peta.

Pada praktikum Pengindraan Jauh kali ini kelompok 3 mendapatkan wilayah kajian mengenai metode remote sensing for soil survey yang petanya sudah dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan ground check. Setelah melakukan proses pembuatan peta praktikum mendapatkan sebaran titik sample sebanyak 13 titik yang menyebar di setiap penggunaan lahan yang berbeda. Dari 13 titik tersebut setiap praktikan pada kelompok 3 mendapatkan sebaran titik masing masing 2-3 titik.
Penulis: Lingga Tasya Apliliani M (SPIG, 1902477)Pada hari Selasa, 10 Desember 2019 Mahasiswa Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 37 orang melakukan praktikum lapangan pengukuran Kerangka Dasar Horizontal dengan didampingi oleh 3 asisten dosen yaitu Wildan Maolana Barok, Giansyah Ramdani dan Deni Aulia Rahman. Dalam 37 orang dibagi kelompok menjadi 5 bagian, tiap masing-masing kelompok mendapatkan lokasi pengukuran yang berbeda. Kelompok 3 berada di lokasi mengelilingi gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain.Pengukuran Kerangka Dasar HorizontalKerangka dasar horizontal merupakan kumpulan titik-titik yang telah diketahui atau ditentukan posisi horizontalnya berupa koordinat pada bidang datar (X,Y). Alat yang digunakan untuk mengukur yaitu ETS, Prisma, Statif, Pita Ukur.Bagian-bagian dari pengukuran kerangka dasar horizontal ialah:.
Metode Poligon. Metode Triangulasi. Metode Trilaterasi. Metode Pengikatan ke muka. Metode Pengikatan ke belakang cara Collins dan CassiniYang dilaksanakan praktikum kerangka dasar horizontal ini menggunakan metode pengukuran poligon. Pengukuran dan Pemetaan Poligon merupakan salah satu pengukuran dan pemetaan kerangka dasar horizontal yang bertujuan untuk memperoleh koordinat planimetris (x,y) titik-titik pengukuran.
Di dalam metode pengukuran poligon harus menentukan titik acuan/benchmark (BM). Titik acuan kelompok 3 terdiri atas BM03, BM10, BM09, BM08, BM07, BM04.Data Pengukuran Sudut dan Jarak yang diperoleh kelompok 3 yaitu:Sudut. Azimuth = 245°49’32,7”. BM03 = 303°20’3,76”. BM10 = 238°45’33,3”.
BM09 = 203°32’54”. BM08 = 124°48’35,5”. BM07 = 34°13’46,51”Jarak.
BM03 = 45, 6086m. BM10 = 68,0442m.
Given its good usability and capable feature set, we think PhotoElf can definitely lighten the workload of home photographers. 
BM09 = 68,0412m. BM08 = 62,5582m. BM07 = 69,5682m. BM04 = 75,109mKoordinat awal:X = 786567,867mY = 9240908,626mDemikian kajian diatas merupakan hasil pengukuran dan pengolahan data dari kelompok 3. Dengan adanya praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah wawasan, pengalaman dan memahami materi kajian data tentang konsep pengukuran Kerangka Dasar Horizontal.Pada tanggal 8 November 2019, Prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) mengadakan kunjungan kelembagaan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pangandaran. Tujuannya adalah membangun komunikasi dengan lembaga tersebut untuk melihat peluang-peluang kemitraan yang dapat dilakukan dengan Prodi SPIG. Ketua Prodi SPIG yang dipimpin oleh Dr.
Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si menyampaikan maksud kedatangan dan memberikan penjelasan singkat tentang profil Prodi SPIG. Kepala BPBD Kabupaten Pangandaran Dr. Nana Ruhena, M.M.
Menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungannya dan memberikan penjelasan tentang kondisi kebencanaan di Kabupaten Pangandaran. Beberapa point penting lainnya yang dibicarakan adalah:. Potensi bencana yang umumnya ditemui di kabupaten pangandaran adalah gempa, tsunami, banjir dan longsor. Di tengah keterbatasan sumberdaya yang ada, BPBD Kabupaten Pangandaran telah memiliki sejumlah kemajuan, diantaranya adanya alat deteksi dini tsunami, alat pemantauan bencana dan lain-lain. Sumberdaya Manusia di BPBD Pangandaran terus sedang terus ditingkatkan kualitasnya di tengah keterbatasan yang ada. Adanya kunjungan dari SPIG UPI diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mereka. Karena itu, jika memungkinkan staff BPBD ikut belajar pemanfaatan teknologi survey dan teknologi geospasial.
BPBD siap mendukung kegiatan-kegiatan prodi SPIG yang pelaksanaannya di Kabupaten Pangandaran. SPIG diharapkan dapat membantu penyediaan data dan informasi tentang wilayah Pangandaran, khususnya masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana.Selanjutnya, Prodi SPIG juga melakukan kunjungan ke BAPPEDA Kabupaten Pangandaran.
Seperti halnya dengan BPBD, Ketua Prodi SPIG menyampaikan maksud kunjungan dan menjelaskan secara singkat profil Prodi SPIG. Kepala BAPPEDA yang diwakili oleh Kabid Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan BAPPEDA Pangandaran Bapak Maman menyatakan bahwa lembaganya masih memiliki kelemahan dari sisi SDM dan ketersediaan data masih terbatas. Hal ini terjadi karena kabupaten Pangandaran belum lama berdiri, tentunya BAPPEDA Pangandaraan juga belum lama terbentuk. Karena itu, ke depan diharapkan SPIG dapat menungkatkan kompetensi staff BAPPEDA dalam bidang teknologi geospasial melalui sejumlah pelatihan.
Data spasial juga masih terbatas terutama menyangkutjaringan jalan yang lengkap, irigasi, drainase dan peta desa. Ketua Prodi SPIG menyatakan keinginannya untuk berkontribusi dalam meningkatkan SDM dan menyediakan data yang dibutuhkan. Karena itu, ke depan akan diupayakan adanya nota kesepahaman atau MoU antara SPIG dan BAPPEDA Pangandaran.